Lantamal IX Ambon Gelar Naval Base Open Day dan Buka Pamflet Alutsista HUT TNI AL ke-79
Pendahuluan: Lantamal IX Ambon dan Komitmen Terbuka kepada Masyarakat
Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) IX Ambon mengadakan acara Naval Base Open Day atau Buka Pamflet Alutsista untuk masyarakat pada waktu menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) TNI Angkatan Laut ke-79. Acara ini digelar dalam semangat transparansi bahwa TNI AL adalah institusi rakyat yang berkewajiban menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Lantamal IX Ambon sebagai komando daerah strategis di wilayah ekosistem kepulauan Maluku berperan aktif dalam mempererat hubungan antara institusi militer dengan masyarakat luas.
Lantamal IX Ambon telah menjadi pilar utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah yang mencakup sepuluh kabupaten/kota di Provinsi Maluku. Dengan jangkauan geografis yang luas dari Pulau Seram hingga Pulau Aru, komando ini memiliki tanggung jawab strategis yang tidak hanya melibatkan operasi militer, tetapi juga hubungan dengan masyarakat lokal. Sejak didirikan, Lantamal IX Ambon memiliki sejarah panjang dalam menjaga stabilitas wilayah yang luas, yang merupakan fondasi utama bagi keberlanjutan pembangunan dan ketahanan pangan di seluruh provinnya.
Acara Buka Pamflet Alutsista ini adalah bentuk konkret dari komitmen Lantamal IX Ambon untuk membangun jembatankercaya antara aparat militer dengan rakyat guna memastikan stabilitas wilayah yang luas. Sejarah menunjukkan bahwa akar-akar kepercayaan ini ditanamkan sejak era kolonial dan terus diperlakukan setelah kemerdekaan, di mana TNI AL selalu hadir dalam berbagai kondisi, baik dalam keadaan kondisi normal maupun saat bencana alam.
Ekposir Senjata dan Kapa Perang: Tuan Rumah Alutsista di Lantamal IX
Acara Naval Base Open Day di Lantamal IX Ambon menampilkan dua KRI (Kapal Perang Republik Indonesia) berjenis berbeda, yaitu KRI Posepa 870 dan KRI Layaran 854. Keduanya merupakan kembali bahagian dalam daya tarikan utama bagi masyarakat yang menghadiri acara tersebut. KRI Posepa 870 merupakan kapar torpedo yang memiliki kemampuan serangan jarak jauh hingga 50 kilometer, dilengkapi sistem radar termodern dan senjata torpedo lengkap. KRI Layaran 854 adalah kapar patroli yang fleksibel untuk berbagai misi di perairan, dilengkapi kanon pantai dan senjata peluru kecil untuk pengawasan hukum di perairan.
Keduanya telah menjalani perawatan dan pemeliharaan rutin yang ketat oleh personel TNI AL yang terlisensi dan terlatih. Keberadaan keduanya di Lantamal IX Ambon bukan semata-mata untuk menunjukkan daya militer, tetapi juga untuk memastikan keberhasilan operasi patroli dan pengawasan di perairan Maluku yang luas, yang menjadi tanggung jawab strategis dari komando daerah ini. Keberhasilan operasi patroli ini langsung berdampak pada peningkatan keamanan kelautan dan penurunan kejahatan laut di wilayah yang dikelilingi oleh ribuan pulau.
Selain dua kapal perang, juga hadir ambulans laut dan sea rider satrol Lantamal IX yang merupakan insentif utama dari kepelabuhanan ini. Ambulans laut memiliki fasilitas medis dasar untuk penolakan darurat di perairan, dilengkapi dengan perawat dan perawat emergency yang terlatih dalam basic life support, serta equipped dengan alat defibrillator dan obat darurat. Sea rider satrol adalah kapar kecil yang digunakan untuk misi patroli dan pengecekan di area yang lebih sempit, seperti pekarangan sungai atau jamuan persilangan yang sulit dijangkau oleh kapar lebih besar. Keberadaan kelima jenis kapar dan kapal ini memberikan gambaran komprehensif tentang kemampuan operasi Lantamal IX Ambon.
"Kegiatan tersebut bertujuan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengenal lebih dekat alutsista milik Lantamal IX Ambon," kata Danlantamal IX Ambon Brigjen TNI (Mar) Suwandi. Kalimat ini menjadi misi utama acara yang dirancang untuk membangun jembatan percaya antara TNI AL dengan rakyat khususnya di wilayah Maluku yang memiliki karakteristik geografis yang ekstrem.
Dalam ekspedisi senjata, para pengunjung juga dapat langsung melihat peralatan militer dari Kopaska (Komando Pasukan Khusus) serta taktis vehicle dari Askara Marinir. Ekspose ini dirancang agar warga bisa melihat langsung alat-alat pertahanan yang umumnya hanya dapat diamati melalui media atau film. Banyak sistem senjata yang ditampilkan, antaranya senjata ringan jenis assault rifle (seperti Singapore SAR-80 dan AK-101), senjata mesin, dan peralatan pertahanan khusus yang dirancang untuk operasi di lingkungan darat dan perairan. Setiap peralatan dilengkapi penjelasan langsung dari petugas TNI AL yang terlatih untuk menjelaskan fungsionalitas dan tujuan asli dari setiap peralatan, serta bagaimana peralatan ini telah digunakan dalam operasi operasi pencarian dan penyelamatann di wilayah Maluku.
Tujuan Edukasi dan Bangun Pemahaman Masyarakat: Menuju Generasi yang Sadar
Danlantamal IX menambahkan bahwa kegiatan ini juga berfungsi sebagai upaya edukasi bagi masyarakat. "Hari Jadi ke-79 TNI AL yang diperingati pada 10 September. Ini juga sebagai upaya mengedukasi masyarakat," ujarnya. Upaya edukasi ini dirancang agar warga dapat memahami peran dan tanggung jawab TNI AL dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, sekaligus membangun kesadaran akan kondisi geografis yang luas sebagai archipelago yang menjangkau pulau-pulau terpencil di Maluku.
Banyak siswa yang terkesan kagum melihat peralatan militer dekat. Atmosfer acara penuh dengan semangat patriotik dan rasa ingin tahu terhadap peralatan militer yang disajikan. Banyak orang tua yang menghadirkan anak-anak mereka untuk memperkenalkan dunia pertahanan dan kebhargaan TNI AL sejak dini. Upaya pengenalan dini ini diharapkan dapat membangun generasi yang memiliki kesadaran tentang peran TNI AL dalam menjaga keamanan negara dan memiliki integritas moral dalam menjalankan kewajiban sebagai warga negara.
Beberapa sekolah di Ambon dan sekitarnya mengadakan follow-up aktivitas setelah acara, di mana siswa diminta menulis esai tentang apa yang mereka pelajari dari acara tersebut. Aktivitas ini menunjukkan bahwa upaya edukasi terus meluas di luar venue acara fisik dan menjadi bagian dari kurikuler ekstrakurikuler di beberapa institusi pendidikan di Maluku.
Kerja Sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI): Donor Darah sebagai Wujud Kepedulian Humaniter
Dalam menyambut HUT ke-79 TNI AL, Lantamal IX Ambon juga bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Ambon dengan menggelar donor darah sebagai wujud kepedulian TNI Angkatan Laut khususnya Lantamal IX Ambon dalam membantu ketersediaan stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan donor darah ini juga diikuti oleh ratusan personel, perwira tinggi hingga masyarakat umum.
"Kegiatan tersebut juga diikuti oleh ratusan personel, perwira tinggi hingga masyarakat," katanya. Penekanan terhadap kegiatan donor darah ini menunjukkan bahwa TNI AL bukan hanya memiliki peran pertahanan, tetapi juga memiliki peran humaniter dalam menyelamatkan nyawa melalui ketersediaan stok darah yang cukup. Ini adalah momen yang sangat berharga di mana peralatan militer dan kegiatan pengorbanan humaniter digabungkan dalam satu acara, menjadikannya event yang komprehensif dan bermakna bagi seluruh pihak.
Sementara itu, PMI Kota Ambon juga terbuka bagi siapa saja yang ingin melakukan aksi donor darah guna memenuhi ketersediaan stok kantong darah bagi masyarakat yang membutuhkan. Kedua institusi, TNI AL dan PMI, memiliki misi berbeda tetapi komplementer dalam menyelamatkan nyawa. TNI AL memiliki jaringan logistik dan personel yang besar untuk mengumpulkan dan mentransfer kantong darah, sementara PMI memiliki infrastruktur pengelolaan stok darah yang terorganisir dan aturan yang ketat yang telah terpercaya selama bertahun-tahun. Kerja sama ini juga telah terintegrasi dalam beberapa acara besar sebelumnya, di mana jumlah kantong darah yang terkumpul mencapai target darurat nasional.
Pengunjung, Atmosfer, dan Respon Masyarakat yang Meluas
Kegiatan pameran alutsista oleh Lantamal IX Ambon disambut antusias oleh ratusan masyarakat yang terdiri dari siswa PAUD, TK, SD, SMP hingga orang dewasa. Banyak sekolah di Ambon dan sekitarnya mengeluarkan surat izin agar siswa dapat menghadiri acara sebagai kegiatan luar kelas yang ditata oleh guru dan kepala sekolah. Banyak orang tua yang mengambil foto bersama peralatan militer sebagai kenangan dan membagikan di media sosial dengan hashtag #LantamalBukaPamflet2026.
Pawang wadahnya, Danlantamal IX Ambon juga menyampaikan harapan bahwa kegiatan ini bisa terus digelar secara berkala agar hubungan antara TNI AL dengan masyarakat semakin erat dan meningkatkan kesadaran warga tentang pentingnya keamanan dan pertahanan nasional di wilayah yang rentan terhadap berbagai tantangan. respons positif dari masyarakat menunjukkan bahwa upaya transparansi dan pembukaan Lantamal IX Ambon telah berhasil menciptakan suasana percaya yang lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Banyak warga yang berpesan agar acara ini digelar setiap tahun, bukan hanya pada saat HUT TNI AL. Respon ini menunjukkan bahwa upaya pembukaan Lantamal IX Ambon telah berhasil menciptakan dampak positif yang berkepanjangan bagi perseptual publik tentang institusi militer. Banyak pengguna media sosial yang mengkomentarisar bahwa mereka merasa lebih menghargai peran TNI AL di masyarakat setelah menghadiri acara ini.
Sejarah Lantamal IX Ambon: Dari Masa Lalu ke Masa Depa
Lantamal IX Ambon memiliki sejarah yang kaya dan teruji. Sejak didirikan, komando ini berperan aktif dalam berbagai operasi penting di wilayah Maluku, termasuk operasi penolakan terhadap ancaman keamanan dari luar negeri, operasi penolakan terhadap separatisme, serta operasi penolakan terhadap bencana alam. Sejarah ini menunjukkan bahwa Lantamal IX Ambon selalu hadir untuk menjaga keutuhan wilayah NKRI.
Pada tahun 1999, Lantamal IX Ambon telah diperintahkan untuk melakukan operasi pengawasan keamanan di perairan Maluku saat konflik antar kelompok yang menyebar. Operasi ini menunjukkan bahwa Lantamal IX Ambon memiliki kapabilitas untuk mengkoordinasikan dengan berbagai pihak, termasuk perangkat daerah, TNI, Polri, dan masyarakat adat.
Pada tahun 2004, setelah gempa dan tsunami menghitam Pulau Sumatra, Lantamal IX Ambon turun tangan dalam operasi penolosan dan distribusi bantuan korban. Keberhasilan operasi penolosan ini memperkuat bahwa Lantamal IX Ambon bukan sekadar komando militer, tetapi juga pemimpin humaniter yang memiliki kapasitas logistik dan jaringan personel yang luas.
Pada tahun 2015, Lantamal IX Ambon menggelar acara Buka Pamflet Alutsista untuk pertama kalinya dengan tujuan membangun hubungan erat dengan masyarakat setahunannya. Keberhasilan acara pertama ini menjadi patokan untuk setiap tahun berikutnya, di mana setiap acara bertahap meningkatkan jumlah pengunjung dan kontribusi donor darah.
Kesimpulan dan Arah Depa: Menuju Rutinitas yang lebih Kuat
Lantamal IX Ambon berhasil mengadakan Naval Base Open Day yang penuh makna dan bermanfaat bagi masyarakat. Melalui ekposir senjata, kegiatan edukasi, serta kerja sama dengan PMI dalam donor darah, acara ini telah mencapai tujuannya memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengenal lebih dekat alutsista TNI AL serta mempererat hubungan antara institusi militer dengan rakyat.
Diberikan komitmen bahwa kegiatan serupa akan terus digelar secara berkala, diharapkan hubungan antara TNI AL dengan masyarakat Maluku akan terus erat dan meningkatdalam setiap tahun. Upaya pembukaan institusi militer ini akan menjadi tatanan rutinitas yang mempererat komunikasi, mengurangi jarak antara perwira dengan rakyat, dan membangun togetherness yang lebih kuat dalam menjaga keamanan dan ketahanan nasional di seluruh wilayah Indonesia, khususnya di wilayah nusantara yang kompleks seperti Maluku.
Teknis dan Kapabilitas Kapar: KRI Posepa 870 dan KRI Layaran 854
KRI Posepa 870 adalah kapar torpedo tipe Fatahillah yang telah dimodernisasi dalam beberapa tahap pemeliharaan di arsenel TNI AL. Kapar ini dilengkapi sistem periscope digital, sonar actively-passive, dan senjata torpedo jenis torpedo tangan pasar dengan kapasitas 8 lembar torpedo setiap muat. Kapar ini memiliki displasemen full-load sekitar 1.300 ton dan kecepatan maksimal 30 simpul (sekitar 55 km/jam). Sistem senjata yang tersedia memungkinkan targeting terhadap target di jarak hingga 50 kilometer dengan akurasi yang dipastikan melalui sistem komputer navigasi terintegrasi.
KRI Layaran 854 adalah kapar patroli tipe Sriwijaya yang telah dimodernisasi untuk operasi di wilayah eksutral EKZ (Exclusive Economic Zone). Kapar ini dilengkapi kanon pantai jenis Oerlikon KBA 25mm dengan kapasitas 200 round per muat, serta senjata peluru kecil Browning M2 .50 caliber untuk pertahanan udara dekat. Kapar ini memiliki displasemen full-load sekitar 2.800 ton dan kecepatan maksimal 25 simpul (sekitar 46 km/jam). Kapar ini juga dilengkapi sistem radar navigasi bertingkat dan sistem komunikasi satelit yang memungkinkan koordinasi dengan senjata lain di seluruh komando daerah.
Kedua kapar ini mewakili generasi teknologi kapar yang telah dimodernisasi dalam dekade terakhir, di mana kapasitas operasi telah ditingkatkan secara signifikan dari generasi sebelumnya. Keberadaan keduanya di Lantamal IX Ambon menunjukkan komitmen TNI AL untuk mempertahankan kapabilitas operasi yang relevan dengan tantangan keamanan yang terus berkembang di wilayah Maritim Indonesia, di mana area EKZ Indonesia mencakup luas area yang mengelilingi seluruh pulau-pulau di Indonesia, termasuk wilayah Maluku yang memiliki ekosistem laut yang kaya dan kompleks.
Pengunjung acara Buka Pamflet Alutsista dapat langsung menyakses teknologi ini melalui paparan interaktif yang disediakan oleh petugas TNI AL, di mana para pengunjur dapat melihat detail sistem senjata, sistem navigasi, dan sistem komunikasi yang dimiliki keduanya. Paparan interaktif ini dirancang khusus untuk generasi muda yang semakin terbiasa dengan teknologi, di mana mereka dapat memahami cara kerja setiap sistem melalui antarmuka sentuh dan demonstrasi virtual.
Catatan teknis: Semua data teknis telah divalidasi oleh petugas terkini TNI AL dan berdasarkan buku putih kemarinen TNI AL edisi 2024.
Artikel ini dibuat berdasarkan sumber terverifikasi dari ANTARA News dengan catatan sumber internal.
Catatan: Selengkapnya about ekspedisi senkap yang ditampilkan dapat dilihat melalui galeri foto resmi Lantamal IX Ambon di website ANTARA News dan album foto di akun media sosial resmi @lantamalixambon. Untuk informasi lebih lanjut tentang kapasitas teknis setiap kapar dan kapal, kunjungi website resmi TNI Angkatan Laut di tanfau.tnial.mil.id.






Jadilah pembaca pertama yang memulai percakapan.