Pemerintah Provinsi Maluku mendorong mahasiswa menjadi inovator yang mampu mengolah potensi ekonomi kepulauan menjadi peluang usaha dan lapangan kerja. Dorongan itu disampaikan kepada mahasiswa baru Universitas Darussalam Ambon di Maluku Tengah pada Selasa, 1 September 2026.

Karakter Maluku sebagai provinsi kepulauan dengan sumber daya kelautan dinilai membuka peluang bagi generasi muda untuk menciptakan gagasan dan model usaha bernilai ekonomi. Mahasiswa diminta tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi memanfaatkannya untuk menjawab persoalan dan mengembangkan potensi daerah.

Sektor kelautan dan pangan disebut sebagai dua bidang strategis yang dapat dikembangkan. Potensi perikanan membutuhkan sumber daya manusia yang menguasai kemampuan teknis sekaligus teknologi, pengolahan, pemasaran, dan penciptaan nilai tambah.

Mahasiswa juga didorong membangun kompetensi, kreativitas, jejaring, serta keberanian sejak dini. Perguruan tinggi dipandang memiliki peran menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan daerah agar lulusan tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakannya.