Markas Komando Daerah Militer (Kodam) Maluku Utara resmi dijadwalkan diresmikan pada 5 Oktober 2026. Peresmian itu bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia yang ke-81. Satuan baru tersebut menjadi Kodam ke-28 di Indonesia.
Markas baru itu akan berkedudukan di Sofifi, ibu kota Provinsi Maluku Utara. Lokasi markas berada di kawasan eks lahan Hak Guna Bangunan (HGB) 03 milik PT Darko.
Tanggal Peresmian Diumumkan
Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto menyatakan rencana peresmian itu.
Konferensi pers itu berlangsung pada kegiatan penyerahan senjata api dari masyarakat kepada aparat TNI.
Dody menyampaikan pernyataan itu di Kantor Korem 152/Baabullah, Kota Ternate, Jumat (2/10/2026).
Kronologi Persiapan yang Panjang
Rencana pembentukan Kodam di Maluku Utara sudah berlangsung sejak tahun 2026.
Wilayah tugas satuan baru itu mencakup 10 kabupaten dan kota di Maluku Utara.
Pada Maret 2026, Pangdam XV/Pattimura saat itu Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo menyampaikan bahwa rencana tersebut masih berstatus usulan.
Pada April 2026, Dody Triwinarto yang sudah menggantikan posisi itu menyatakan dukungan terhadap rencana pembentukan Kodam baru tersebut.
Dody menyatakan bahwa hal yang paling utama terkait Kodam di Maluku Utara adalah tanah dan surat-suratnya yang harus lengkap.
Pada Agustus 2026, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda melakukan peninjauan langsung bersama pejabat Markas Besar TNI.
Peninjauan itu dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan dan berbagai kebutuhan pendukung operasional.
Pada September 2026, Danrem 152/Baabullah Brigjen TNI Enoh Solehudin menjelaskan bahwa lahan eks PT Darko kini berstatus tanah negara.
Areal lahan yang direncanakan untuk pembangunan markas tersebut memiliki luas sekitar 200.390 meter persegi.
Nama Moloku Kie Raha merujuk pada empat kesultanan besar di Maluku Utara.
Keempat kesultanan itu adalah Ternate, Tidore, Bacan, dan Jailolo.
Penamaan tersebut telah ditetapkan oleh Kepala Staf Angkatan Darat. Semboyan kodam tersebut adalah Loa Se Banari.
Semboyan itu bermakna hidup lurus dan benar.
Kantor Sementara di Ternate
Markas Kodam yang permanen belum selesai dibangun. Selama masa itu, kegiatan komando berjalan dari bekas Markas Korem 152/Baabullah.
Personel Korem 152/Baabullah akan memindahkan kegiatan perkantoran ke Gedung Sanggar Kegiatan Bersama milik Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Ternate.
Enoh menjelaskan bahwa perpindahan itu akan diikuti relokasi kegiatan Korem ke gedung tersebut.
Gedung itu milik Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Ternate.
Personel Korem akan berkantor di sana sementara.
Enoh menyatakan bahwa kegiatan komando belum pindah ke Sofifi.
Dia menjelaskan bahwa markas yang permanen masih dalam proses pembangunan.
Enoh menyatakan bahwa Markas Korem 152/Baabullah berada di Kota Ternate.
Selama masa itu, kegiatan komando berjalan dari markas itu.
Makna bagi Keamanan Wilayah
Peresmian Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha menandai pemisahan struktur komando kewilayahan TNI Angkatan Darat di Maluku Utara dari Korem 152/Baabullah. Korem yang bermarkas di Ternate itu selama ini menjadi ujung tombak pembinaan teritorial di wilayah tersebut.
Korem 152/Baabullah berkedudukan di Kota Ternate.
Korem itu selama ini menjalankan tugas pembinaan teritorial.
Setelah Kodam berdiri, tugas kewilayahan itu berpisah.
Enoh menyatakan bahwa pembagian ituujud ikatan wilayah yang jelas.
Pembagian itu membuat batas tugas menjadi lebih jelas.
Enoh menyatakan bahwa wilayah Maluku Utara menjadi prioritas TNI AD.
Hal itu sesuai dengan posisi wilayah kepulauan yang tersebar.
Dengan markas komando yang berdiri di Sofifi, pusat pengambilan keputusan pertahanan TNI AD di Maluku Utara berpindah ke kawasan yang berdekatan dengan pusat pemerintahan provinsi.
Enoh menilai keberadaan satuan baru itu penting untuk memperkuat sistem pertahanan dan menjaga kondusivitas wilayah. Ia juga menilai keberadaan Kodam itu strategis dalam menjaga kedaulatan Indonesia di kawasan timur.
Menurut Danrem tersebut, Kodam akan memperkuat pembinaan teritorial sekaligus mempercepat respons terhadap berbagai gangguan keamanan.
Keberadaan Kodam juga dinilai membuka peluang lebih luas bagi putra-putri daerah bergabung dengan TNI AD. Proses rekrutmen diharapkan lebih mudah karena peserta dari Maluku Utara tidak lagi terpusat mengikuti seleksi di Ambon.
Keberadaan Kodam membuka peluang bagi putra-putri daerah bergabung dengan TNI Angkatan Darat.
Enoh menyatakan bahwa proses seleksi tidak lagi terpusat di Ambon.
Dengan begitu, peserta dari Maluku Utara punya jalur seleksi yang lebih dekat.
Dia menilai hal itu memberi akses lebih dekat bagi masyarakat yang ingin bergabung.
Enoh menyatakan bahwa Kodam akan memperkuat pembinaan teritorial di Maluku Utara.
Pembinaan teritorial itu berjalan melalui Korem yang berkedudukan di Ternate.
Enoh menyatakan bahwa Kodam mempercepat respons terhadap gangguan keamanan.
Respons itu juga mencakup penanganan bencana di wilayah Maluku Utara.
Enoh menjelaskan bahwa hal itu memberi akses lebih dekat bagi masyarakat yang ingin mengikuti seleksi TNI AD.
Enoh juga menyatakan bahwa kondisi musim kemarau berkepanjangan menuntut kesiapsiagaan seluruh unsur. Kondisi itu berdampak pada kebakaran hutan dan lahan.
Penyerahan Senjata di Momen yang Sama
Keputusan peresmian Kodam diumumkan pada hari yang sama ketika Kodam XV/Pattimura menerima penyerahan senjata dari masyarakat.
Sebanyak 75 pucuk senjata api, 1.069 butir munisi, serta bahan peledak lainnya diserahkan secara sukarela oleh warga kepada Kodam XV/Pattimura.
Dari 75 pucuk tersebut, 15 pucuk merupakan senjata api standar dan 60 pucuk lainnya merupakan senjata api rakitan.
Senjata api rakitan itu terdiri dari 41 pucuk laras panjang dan 19 pucuk pistol rakitan.
Rincian munisi yang diserahkan terdiri atas 780 butir kaliber 5,56 mm, 134 butir munisi lain, 154 butir munisi campuran, serta satu buah granat tangan.
Dody menjelaskan bahwa senjata tersebut berasal dari berbagai sumber. Sebagian merupakan peninggalan konflik yang terjadi pada 1999 sampai 2000.
Sebagian lainnya merupakan senjata organik peninggalan keluarga yang masuk dari Filipina dengan berbagai jenis.
Dody menyatakan bahwa keberadaan senjata api ilegal menjadi perhatian aparat keamanan karena berpotensi mengancam ketertiban masyarakat apabila disalahgunakan.
Dody menjelaskan bahwa Maluku Utara yang berada di jalur laut lintas Filipina dan Indonesia memiliki kerawanan terhadap penyelundupan senjata melalui jalur laut.
Dody menyebut Galela dan Tobelo di Kabupaten Halmahera Utara sebagai wilayah yang rawan.
Dody mengingatkan warga yang masih menyimpan senjata agar menyerahkannya kepada aparat.
Dody menilai momen itu menunjukkan kesadaran warga Maluku Utara untuk tidak lagi menyimpan senjata secara ilegal.
Ia meminta seluruh masyarakat Maluku Utara, termasuk para pemangku adat, agar menjaga daerah itu agar senantiasa damai.
Pada peninjauan itu, Kepala Staf Umum TNI juga hadir.
Pada 17 April 2026, Dody mengatakan bahwa Kodam bisa terbentuk pada tahun itu bila programnya berasal dari pusat.
Kesepakatan itu diinisiasi oleh Kapolda Maluku Utara.
Di Sofifi tersedia lahan milik TNI Angkatan Darat.
Lahan itu berada di Kompi Khusus 732/Banau.
Lima Kodam Baru dalam Satu Tahun
Pada 22 September 2026, Danrem 152/Baabullah Brigjen TNI Enoh Solehudin menyatakan bahwa rencana peresmian itu tetap berjalan.
Dia menyatakan bahwa waktunya sudah masuk bulan Oktober.
Kodam di Maluku Utara akan menjadi satuan yang ke-28 di Indonesia.
Peresmiannya bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia yang ke-81.
Kodam merupakan satuan komando TNI Angkatan Darat di tingkat wilayah.
Satuan baru itu akan berdiri sendiri dan tidak lagi tunduk pada struktur Markas Korem 152/Baabullah.
Selama ini wilayah Maluku Utara berada di bawah Kodam XV/Pattimura yang berpusat di Ambon.
Dody menyatakan bahwa TNI dan rakyat saling membutuhkan.
Moloku Kie Raha juga bermakna empat gunung dalam istilah historis.
Istilah itu merujuk pada konfederasi kesultanan di Maluku Utara.
Koordinasi antar unsur di Maluku Utara juga menjadi lebih ringkas.
Relevansi bagi Warga Maluku Utara
Sasaran Kodam akan terpusat pada wilayah Maluku Utara.
Pusat pengambilan keputusan pertahanan TNI Angkatan Darat di Maluku Utara berpindah ke Sofifi.
Kota itu berdekatan langsung dengan pusat pemerintahan provinsi.
Enoh menyatakan bahwa Kodam memperkuat pertahanan dan menjaga kondusivitas wilayah.
Dia menambahkan bahwa Kodam menjaga kedaulatan Indonesia di kawasan timur.
Kodam juga mempercepat respons terhadap gangguan keamanan dan penanganan bencana.
Musim kemarau yang panjang menuntut seluruh unsur bersiap menghadapi kebakaran hutan dan lahan.
Peresmian dijadwalkan pada 5 Oktober 2026 bersama peringatan HUT TNI ke-81.
Apa yang Perlu Diketahui Masyarakat
Nama resmi satuan itu adalah Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha.
Moloku Kie Raha merujuk pada empat kesultanan, yaitu Ternate, Tidore, Bacan, dan Jailolo.
Perubahan status itu disebutkan Danrem Enoh Solehudin.
Enoh menyatakan bahwa dengan status itu, lahan siap digunakan untuk pembangunan markas.
Dody menyatakan bahwa syarat tanah menjadi hal utama dalam pembentukan Kodam itu.
Kelengkapan surat-surat juga disebut Dody sebagai hal utama.
Untuk warga Maluku Utara, peresmian itu berarti koordinasi keamanan menjadi lebih dekat.
Markas baru itu berada di Sofifi, berdekatan dengan pusat pemerintahan provinsi.
Selama ini keputusan pertahanan di Maluku Utara diambil dari Ambon, Maluku.
Detail acara lainnya belum dipublikasikan.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi mengenai rangkaian acara peresmian selain tanggal tersebut.
Bagi penghuni Maluku Utara, satuan ini berarti ada pusat keamanan.
Letaknya sudah dekat dengan kantor pemerintahan provinsi.
Hal itu memudahkan koordinasi antar instansi.
Enoh menyebut lokasi itu dipilih karena mudah dijangkau.
Pada Agustus 2026, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda meninjau lokasi pembangunan markas itu.
Pada September 2026, Danrem Enoh Solehudin menyatakan lahan eks PT Darko sudah berstatus tanah negara.
Wilayah Maluku Utara terdiri atas banyak pulau dengan karakteristik keamanan yang tersebar luas.
Dody menyatakan bahwa koordinasi kewilayahan yang lebih rapat diharapkan lebih cepat merespons dinamika di lapangan.
Keberadaan satuan baru itu juga dinilai dapat mendukung penanganan bencana alam.
Enoh menyatakan bahwa Kodam juga dapat mempercepat pembangunan daerah di wilayah kepulauan.
Dody menilai keberadaan markas baru itu sebagai pencapaian penting bagi Maluku Utara.
Peresmian itu diharapkan mengokohkan TNI Angkatan Darat di Sofifi sebagai mitra pemerintah daerah.
Selama ini wilayah itu berada di bawah Kodam XV/Pattimura yang berpusat di Ambon.
Peresmian itu menandai pemisahan struktur komando kewilayahan di Maluku Utara dari Korem 152/Baabullah.
Persiapan satuan itu sudah berjalan sejak Maret 2026.
Awalnya rencana itu masih berstatus usulan resmi.
Damai, Ketertiban, dan Perubahan Praktis bagi Warga
Penutup
Markas Komando Daerah Militer Maluku Utara akan resmi berdiri pada 5 Oktober 2026.
Polda Maluku Utara memfasilitasi deklarasi perdamaian di Halmahera Tengah pada 2 Oktober 2026.
Lima desa di wilayah itu berdamai dengan Desa Sibenpopo yang sebelumnya pernah berselisih.
Desa yang berdamai itu adalah Banemo, Bobane Indah, Bobane Jaya, Remdi, dan Moreala.
Kesepakatan damai itu diinisiasi oleh Kapolda Maluku Utara bersama seluruh unsur terkait.
Peristiwa itu bukti bahwa perdamaian di Maluku Utara dibangun bersama oleh warga dan pemangku adat.
Damai yang tercapai di sana menjadi bekal berharga bagi hadirnya satuan baru itu.
Dody meminta masyarakat dan pemangku adat menjaga Maluku Utara agar selalu damai.
Satuan baru itu akan bermitra erat dengan pemerintah daerah setempat.
Sikap gotong royong itu dibutuhkan satuan yang baru berdiri.
Koordinasi antar instansi menjadi lebih ringkas setelah pembagian tugas itu.
Warga tak perlu lagi menunggu keputusan yang datang dari luar pulau.
Waktu tempuh menuju pusat keputusan menjadi jauh lebih singkat.
Respons terhadap gangguan keamanan bisa berlangsung lebih cepat.
Penanganan bencana alam juga ikut diperkuat oleh keberadaan satuan itu.
Musim kemarau panjang menuntut kesiapsiagaan yang tak boleh ditunda.
Kebakaran hutan dan lahan harus dicegah sebelum meluas.
Jalur seleksi bagi pemuda Maluku Utara kini bisa dilalui dari daerah sendiri.
Peluang itu terbuka bagi pemuda yang punya semangat berkarya.
Warga punya alasan baru untuk optimistis terhadap TNI AD.
Rincian acara peresmian belum diumumkan secara lengkap.
Pulau-pulau kecil di Maluku Utara akan lebih cepat tertangani.
Koordinasi kewaspadaan antar pulau menjadi tugas baru yang berat.
Jalur komunikasi menuju pusat perintah menjadi jauh lebih ringkas.
Penanganan gangguan tidak lagi harus menunggu perintah dari luar wilayah.
Warga biasanya bertanya kapan markas permanen selesai dibangun.
Jawaban atas pertanyaan itu belum diumumkan.
Lahan sudah berstatus tanah negara sehingga pembangunan dapat dimulai.
Selama masa peralihan itu, kegiatan komando di Maluku Utara tetap berjalan seperti biasa.
Perubahan struktur itu menuntut penyesuaian dari seluruh unsur yang berkaitan.
Setiap unsur harus menyesuaikan cara kerja masing-masing.
Penyesuaian seperti itu tidak mungkin selesai dalam satu hari.
Peresmian resmi satuan itu berlangsung pada 5 Oktober 2026.
Keberadaan satuan baru ini mengubah cara warga mencari perlindungan.
Urusan keamanan di Maluku Utara tidak lagi harus ditempuh jarak jauh.
Warga bisa menyampaikan keluhan langsung kepada pihak yang berwenang.
Personel Korem yang bekerja di Ternate akan tetap berkantor di sana sementara waktu.
Warga agar memberi ruang bagi kegiatan baru itu di wilayahnya.
Gotong royong menjadi modal sosial yang tak ternilai di tengah kepulauan.
Setiap pihak perlu memahami peran baru itu agar koordinasi berjalan baik.
Inilah awal baru bagi keamanan dan ketertiban di Maluku Utara.
Rangkaian kegiatan pada hari peresmian nanti belum dirinci secara lengkap.
Warga akan mendapat informasi lanjutan melalui keterangan resmi tempatnya.
Peresmian itu menjadi penanda bahwa Maluku Utara punya satuan sendiri.
Pemangku adat diminta ikut menjaga kedamaian di tengah komunitas.
Peristiwa itu menunjukkan bahwa perdamaian dibangun bersama.
Damai yang tercapai di Halmahera Tengah menjadi bekal berharga.






Jadilah pembaca pertama yang memulai percakapan.