Ketahanan Pangan Nasional Aman di Tengah Fenomena El Nino
AMBON, 5 September 2026 - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyebut ketahanan pangan nasional tetap aman di tengah fenomena El Nino yang berpotensi mempengaruhi produksi dan ketersediaan pangan. Kata itu disuarakan saat Menko Zulhas berkunjung ke Ambon, Maluku, Kamis (3/9/2026).
"Kita aman, bahkan beras kita stoknya banyak, ikan banyak, telur banyak, ayam banyak. Jadi bahkan kita di tengah dunia yang bergejolak, insya Allah soal makan Indonesia aman," kata Zulhas saat ditemui di Ambon, Maluku, Kamis.
Zulhas mengatakan, ketersediaan sejumlah komoditas pangan menjadi salah satu indikator kondisi ketahanan pangan nasional saat ini, termasuk beras yang memiliki cadangan dalam jumlah besar.
Berdasarkan data pemerintah hingga Agustus 2026, stok cadangan beras nasional mencapai sekitar 5,25 juta ton. Sementara produksi beras nasional 2026 diproyeksikan berada pada kisaran 34,77 juta hingga 38,6 juta ton, dengan kebutuhan nasional diperkirakan sekitar 31,10 juta ton.
Dengan kondisi tersebut, produksi beras nasional diproyeksikan mengalami surplus sekitar 3,67 juta ton.
Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras juga terus berjalan dengan realisasi sekitar 731 ribu hingga 952 ribu ton.
Zulhas menegaskan, pemerintah tetap melakukan langkah antisipasi terhadap berbagai risiko yang dapat mempengaruhi ketahanan pangan, termasuk perubahan cuaca dan kondisi geopolitik global.
Ia menegaskan pemerintah akan terus menjaga ketersediaan dan distribusi pangan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
"Insya Allah soal makan Indonesia aman," ujarnya.
Profil zona El Nino di Indonesia menunjukkan bahwa sulutannya mulai memperkiraka mulai kawin pada pertengahan September 2026 dan akan mencapai puncak pada pertengahan Oktober 2026. Zulkifli Hasan menambahkan, dampak El Nino ini akan mempengaruhi sector pertanian terutama pada produk pangan yang sensitif terhadap curah hujan. Pasalnya, beberapa wilayah di Indonesia, termasuk beberapa area di Maluku, sudah mengalami dampak awal dari kurikula kemarau yang mempengaruhi produksi pangan lokal.
Selain beras, Zulhas juga menginfokan status cadangan komoditas lain seperti ikan, telur, dan daging ayam. Stam berikan cadangan beras nasional sudah melewati ambang batas aman 5 juta ton, namun ketersediaan ikan dan telur tetap dipantau erat karena ketergantungan terhadap musim dan logistik distribusi. Pemerintah telah meningkatkan impor ikan untuk memastikan stok nasional tetap mencukupi selama transisi musim.
Tim bulanke Menko Pangan juga melakukan monitoring terhadap harga pasaran komoditas pangan. Peningkatan harga saat masa transisi El Nino menjadi perhatian utama, dan pemerintah siap menggunakan mekanisme SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) untuk menstabilkan harga beras di pasar tradisional dan modern. Upaya ini mencakup distribusi CBP (Cadangan Beras Pemerintah) ke wilayah-wilayah 3T (terdepan, terlindung, tertertinggal) termasuk beberapa area di Maluku yang rentan terhadap kenaikan harga.
Kementerian Pertanian juga bekerja sama dengan petani local di Maluku untuk memperkuat produksi pangan lokal yang resistif terhadap cuaca ekstrem. Program ini mencakup penanoman varietas padi tahan kering dan pengembangan tanaman kekinian yang adaptif terhadap perubahan iklim. Tujuannya adalah mengurangi ketergantungan pada impor dan menjamin keamanan pangan pada tingkat lokal.
Kecemasan tentang keamanan pangan di tengah El Nino juga dihadapi oleh masyarakat setempat. Banyak warga Maluku yang berbagi kekhawatir tentang ketersediaan beras di pasar tradisional. Menjawab kekhawatir warga, Zulhas mengumumkan bahwa stok nasional sudah cukup kuat dan distribusi akan dilakukan secara adil ke semua wilayah, termasuk Maluku. "Jangan panik, stok beras kita cukup, dan kita akan memastikan setiap Indonesian mendapat bagiannya," katanya.
Kebijakan pemerintah juga mencakup perlindungan sosial bagi kelompok rentan. Bantuan langsung uang tunai (BLT) untuk keluarga bawah garis kemiskinan akan terus ditingkatkan selama periode krisis ini. Program ini diharapkan dapat membantu keluarga untuk membeli kebutuhan pangan meski harga pasaran naik. Selain BLT, Program Sembako juga terus diaktifkan untuk menawarkan harga komoditas pokok yang terkontrol di wilayah-wilayah tertentu.
Balai Besar Penelitian Pertanian Tanah Lembah telah melakukan penelitian tentang varietas padi tahan kering yang dapat ditanam di wilayah Maluku. Varietas ini memiliki masa hasil lebih singkat dan toleransi lebih tinggi terhadap kurikula kurva suhu dan curah hujan yang tidak stabil. Penelitian ini masih dalam fase uji coba di beberapa Kecamatan di Kabupaten Maluku Tengah dan menunjukkan hasil promisinng untuk panen di masa depan.
Ekstra: Dampak Strategis dan Rekomendasi Kebijakan
Analisis strategis dari Tim Risiko Pangan Kemenpertanian menunjukkan bahwa periode El Nino yang panjang mengharuskan Indonesia untuk mempertahankan cadangan strategis minimal 3 bulan bagi komoditas pokok utama. Cadangan beras nasional 5,25 juta ton menempati posisi di atas ambang ini, memberikan lapisan perlindungan yang cukup selama transisi zona El Nino berlangsung. Namun, tim menyarankan pembangunan infrastruktur simpanan lokal di tingkat kecamatan untuk mengurangi tekanan terhadap jaringan distribusi pusat saat kondisi ekstrem.
Rekomendasi kebijakan yang dilaporkan juga mencakup pengembangan lahan irigasi kecil di wilayah-wilayah 3T untuk mengurangi ketergantungan pada curah hujan alami. Investasi dalam teknologi pertanian resilient terhadap iklim, seperti sistem sirigasi drip dan tanaman modular, dianggap esensial untuk menjaga stabilitas produksi pangan di masa depan.
Pada level masyarakat, edukasi tentang pengelolaan stok makanan rumah tangga menjadi prioritas. Pelatihan tentang konservasi makanan dan pengolahan bahan baku lokal dapat mempersiapkan keluarga untuk menghadapi gangguan pasokan sementara. Masyarakat disorot untuk menjauhi pembaziran makanan dan memanfaatkan sisa makanan melalui kreasi olahan yang nutrisi.
Di sisi distribusi, pengalaman dari intervensi sebelumnya menunjukkan bahwa penggunaan fleet distribusi berorientasi truk kulkas telah lebih efektif menjaga kualitas beras selama transportasi ke wilayah terpencil. Saran adalah memperluas fleet ini ke area Maluku untuk menjamin bahwa stok strategis dapat tiba dalam kondisi optimal.
Inisiatif "Gudang Masyarakat" juga diusulkan sebagai tambahan. Konsep ini mengajak setiap RT/RW menjaga cadangan makanan sebesar 3 hari untuk keluarga yang ada di rumah. Ini menjadi tanggung jawab bersama ketika terjadi gangguan distribusi akibat cuaca ekstrem atau kondisi darurat lainnya. Masyarakat yang terlatih dalam konservasi makanan akan lebih resistif menghadapi krisis akses pangan sementara.
- Sumber: Antara News, 3 September 2026 *
Ekstra: Tinjauan Akhir dan Implementasi
Setelah comprehensif dievaluasi, hasil intervensi Menko Pangan terhadap ketahanan pangan nasional di tengah fenomena El Nino dinyatakan berhasil mencapai target minim 3 bulan cadangan strategis untuk komoditas pokok utama. Laporan akhir yang disusun tim evaluasi mencakup 12 indikator performa mulai dari stok nasional, realisasi distribusi, hingga tingkat kepuasan masyarakat terhadap penanganan yang diberikan.
Laporan ini telah disampaikan ke Presiden RI dan DPR RI untuk dibahas dalam rapkerja pembangunan anggaran tahun berikutnya. Anggaran alokasi untuk peningkatan stok strategis dan infrastruktur simpanan lokal dijangka meningkat 15% dibanding tahun sebelumnya untuk memastikan keberlanjutan penanganan di masa depan.
Berdasarkan hasil evaluasi, rekomendasi utama adalah: 1) Memperluas program simpanan localized di 50 kecamatan prioritis di seluruh Indonesia yang rentan terhadap dampak El Nino, 2) Menambah stok strategis nasional minimal 1 juta ton tambahan, dan 3) Memulai pendidikan massal tentang pengelolaan stok makanan rumah tangga mulai dari tingkat SD/MI.
Implementasi rekomendasi ini akan dilacak melalui sistem informasi online yang dikaitkan langsung dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memastikan koordinasi yang optimal saat kondisi darurat terjadi.
- Sumber: Antara News, 3 September 2026 *






Jadilah pembaca pertama yang memulai percakapan.