PT PLN (Persero) UP3 Ambon mengumumkan pemadaman listrik bergilir yang meliputi hampir seluruh Pulau Ambon pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Pemadaman berkaitan dengan pekerjaan pemeliharaan berkala dua tahunan pada Bay Line BMPP di Gardu Induk (GI) Waai, yang dijadwalkan berlangsung pukul 08.00 sampai 16.00 WIT.

Selama rentang waktu tersebut, aliran listrik di berbagai kawasan Kota Ambon dan sekitarnya dihentikan sementara secara bergilir. Wilayah yang masuk cakupan tidak hanya permukiman padat di pusat kota, tetapi juga kawasan pesisir Teluk Ambon, koridor Leihitu, hingga sebagian wilayah di Kabupaten Maluku Tengah.

Pengumuman jadwal ini disampaikan PLN pada Jumat, 16 Oktober 2026, dan diperkuat dengan pernyataan manajemen bahwa pekerjaan tersebut penting untuk menjaga keandalan pasokan listrik jangka panjang di Kota Ambon dan daerah sekitarnya.

Pekerjaan Dua Tahunan di Bay Line BMPP

Menurut keterangan resmi yang dihimpun dari PLN UP3 Ambon, pekerjaan pemeliharaan berkala dua tahunan difokuskan pada jalur Bay Line di GI Waai. Bay Line merupakan jalur transmisi yang menghubungkan pembangkit dengan sistem kelistrikan utama, sehingga pemeriksaan dan perawatannya menentukan kualitas pasokan listrik di Kota Ambon dalam jangka panjang.

Cakupan pekerjaan meliputi pemeriksaan, perawatan, dan pengujian komponen transmisi yang menghubungkan pembangkit ke jaringan. Tanpa perawatan berkala, komponen jaringan transmisi rawan mengalami penurunan kinerja yang pada akhirnya memicu gangguan tak terduga.

Selama pekerjaan berlangsung, sistem kelistrikan diupayakan tetap beroperasi dalam kondisi aman. PLN menyatakan sistem dapat dinyalakan sewaktu-waktu jika pekerjaan telah selesai dan dinyatakan aman. Artinya, pemadaman tidak selalu harus berlangsung penuh hingga pukul 16.00 WIT, karena pasokan dapat dikembalikan lebih cepat bergantung pada kondisi di lapangan.

Manager PLN UP3 Ambon, Ramli Malawat, menyampaikan bahwa pekerjaan tersebut memerlukan dukungan masyarakat agar dapat berlangsung aman dan lancar. Ia juga meminta maaf atas ketidaknyamanan yang timbul akibat penghentian pasokan listrik sementara.

Manajemen PLN menegaskan bahwa pemeliharaan akan diupayakan selesai secepat mungkin agar masyarakat dapat kembali menikmati layanan listrik secara normal.

Daftar Wilayah yang Masuk Cakupan

Dalam pengumumannya, PLN merinci kawasan yang diperkirakan terdampak pemadaman bergilir. Daftar tersebut dibagi ke dalam beberapa koridor agar masyarakat dapat mengenali wilayah layanan masing-masing.

Untuk kawasan pesisir Teluk Ambon, wilayah yang disebutkan antara lain Hative Besar, Tawiri, Laha, Hatu, Liliboy, Allang, Wayame, Kota Jawa, Kampung Karanjang, Taeno, Wailela, Rumah Tiga, Poka, Batu Tagepe, Benteng Karang, Balai Benih, Sapuri, Hulung, Talaga Kodok, Wanath, Oli Jalan, Oli Gunung, Hitu Lama, Hitu Mesing, Wakal, Lula, Wahatu, Mamua, Waitomu, Hila, Kaitetu, Seith, Negeri Lima, Ureng, Asilulu, Dusun Batu Lubang, Dusun Lai, Larike, dan Wakasihu.

Sementara itu, koridor Baguala dan Leihitu mencakup Kate-Kate, Hunuth, Waiheru, Negeri Lama, Nania, Passo, Wailiha, Toisapu, Hutumuri, Rutong, Leahari, Waitatiri, Wayari, Suli, Tengah-Tengah, Tulehu, Waai, Liang, Lateri, Latta, Halong, dan Lampu Lima.

Kawasan protokol dan permukiman padat di Kota Ambon juga masuk dalam daftar, di antaranya Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Sultan Hasanuddin, Kapaha, Kompleks Perikanan, Batu Merah Ongkoliong, Aster, MCM, Galala, Kebun Cengkeh, Arbes, Ahuru, Waihoka, Lahani, Kopertis, Gonsalo, Karpan, Belakang Soya, Soya Kecil, Ponegoro, Mangga Dua, Batu Gantung Gadihu, Skip, Batu Meja, Jalan Ahmad Yani, Jalan Setia Budi, Batu Gajah, Skip Atas, Kayu Tiga, Bere Bere, Kayu Putih, Soya, Hatalai, Tuni, Naku, Kilang, Ema Hukurila, Talagaraja, Kusu Kusu Sereh, dan Mahia.

Penyebutan wilayah lain yang disampaikan PLN meliputi Galunggung, Jalan Tulukabessy, Jalan Cenderawasih, Jalan Mutiara, Jalan D. I. Panjaitan, Jalan W. R. Supratman, Tanah Tinggi, Jalan Benteng Kapaha, Jalan Kapitan Ulupaha, Jalan Said Perintah, Jalan Cempaka, Jalan Philip Latumahina, Jalan Kemuning, Jalan Anthony Rebok, Lorong Sekawan, Jalan Melati, Jalan Ay Patty, Jalan Sedap Malam, Jalan A. M. Sangadji, Jalan Baru, Jalan Pattimura, Jalan Wem Reawaruw, Jalan Dana Kopra, Poskota, Jalan Diponegoro, Lorong Sagu, Jalan Imam Bonjol, Waititar, Jalan Yan Pays, OSM, Wainitu, Talake, Waringin, Prigilima, Waehaong, Pohon Pule, RST, Kudamati, Gunung Nona, Benteng Tonasa, Bentas, Air Salobar, Amahusu, Eri, Latuhalat, Airlock, Pintu Kota, hingga Seri.

Kanal resmi PLN juga menyebut sejumlah wilayah di luar Kota Ambon yang berpotensi ikut merasakan dampak, termasuk kawasan di Kecamatan Leihitu, Teluti, dan Salahutu di Kabupaten Maluku Tengah, serta wilayah pelayanan ULP Ambon Kota dan ULP Baguala.

Mengenal GI Waai dan Peran Bay Line

Gardu Induk Waai berada di Desa Waai, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah. Posisinya menjadikannya titik penting dalam sistem kelistrikan Kota Ambon, sebab di sanalah energi dari pembangkit dihubungkan ke jaringan yang menyebar ke rumah, sekolah, rumah sakit, dan tempat usaha.

Bay Line sendiri berperan sebagai jalur penghubung antara pembangkit dan sistem kelistrikan utama. Karena fungsinya sebagai penghubung, perawatan terhadap komponen di jalur ini menjadi bagian dari upaya mencegah gangguan yang lebih besar di kemudian hari.

Wilayah sekitar GI Waai juga dikenal sebagai lokasi pembangkit listrik terapung BMPP Nusantara 1. Pembangkit tersebut berkapasitas 60 megawatt dan telah beroperasi sejak April 2022. Sejak beroperasi, pembangkit ini menjadi penopang utama pasokan listrik di Ambon dan sekitarnya, sekaligus pembangkit terapung terbesar di kawasan Indonesia Timur.

Karena perannya itu, kawasan Waai menjadi salah satu titik kunjungan pejabat negara. Pada Oktober 2025, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau BMPP Nusantara 1 di Desa Waai, didampingi Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan General Manager PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara, Noer Soeratmoko.

Kunjungan tersebut menegaskan bahwa pasokan listrik Kota Ambon sangat bergantung pada pembangkit di kawasan ini. Pemeliharaan jalur transmisi di sekitarnya, termasuk Bay Line, karena itu bukan sekadar pekerjaan teknis, melainkan juga bagian dari menjaga stabilitas kebutuhan dasar warga.

Imbauan PLN kepada Pelanggan

Menjelang jadwal pemeliharaan, PLN mengimbau pelanggan menyesuaikan aktivitas harian dan mempersiapkan kebutuhan yang memerlukan pasokan listrik sebelum pemadaman dimulai. PLN juga meminta masyarakat mengantisipasi kemungkinan perubahan jadwal sesuai kondisi pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

Informasi resmi mengenai jadwal dan wilayah terdampak disebarkan melalui kanal resmi PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara, termasuk akun media sosial resmi perusahaan. Pelanggan yang membutuhkan penjelasan lebih lanjut dapat menghubungi contact center PLN di nomor 123.

Manajemen PLN menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Perusahaan menyatakan pekerjaan akan diupayakan selesai secepat mungkin agar pasokan listrik dapat kembali normal.

Pemadaman Saat Kota Masih Diselimuti Asap

Jadwal pemeliharaan berlangsung ketika Kota Ambon masih diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Data prakiraan kualitas udara ambien BMKG pada Sabtu, 17 Oktober 2026, menunjukkan konsentrasi PM2.5 dan PM10 berada pada rentang 40 hingga 60 mikrogram per meter kubik sepanjang pukul 12.00, 17.00, hingga 21.00 WIT.

Meski parameter partikulat halus tercatat stabil, indeks sebaran partikulat karhutla dengan panjang gelombang 550 nanometer justru melonjak. Pada siang hari indeks tersebut masih berada di kisaran 0,6 hingga 0,7, kemudian naik ke skala tertinggi yakni 0,9 hingga 1,0 pada sore hari dan bertahan hingga malam.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan Kota Ambon, Apries B Gaspersz, menegaskan bahwa meski kadar PM2.5 tidak mengalami lonjakan, ancaman konsentrasi partikulat asap yang makin pekat tetap membutuhkan perhatian serius warga. Pemadaman listrik di tengah kondisi tersebut menuntut kesiapan ekstra, khususnya bagi rumah tangga yang memiliki anggota dengan kebutuhan medis atau peralatan yang bergantung pada listrik.

Kebakaran juga terjadi di sejumlah titik di dalam kota. Salah satunya di kawasan hutan sagu Negeri Tawiri, Kecamatan Teluk Ambon, yang terbakar pada Jumat, 16 Oktober 2026. Tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon berhasil mengendalikan kebakaran tanpa dampak yang lebih luas. Negeri Tawiri sendiri termasuk dalam daftar wilayah yang disebut PLN dalam pengumuman pemadaman.

Kondisi udara yang berubah membuat sebagian warga mengurangi aktivitas di luar rumah. Ketika aktivitas bergeser ke dalam rumah sepanjang hari, kebutuhan listrik rumah tangga seperti kulkas, lampu, kipas, hingga perangkat elektronik untuk bekerja dan belajar otomatis ikut naik.

Pemadaman Serupa Pada September

Pemadaman bergilir bukan hal baru bagi pelanggan listrik di Kota Ambon. Pada Sabtu, 5 September 2026, PLN UP3 Ambon juga melakukan penghentian aliran listrik sementara di sejumlah wilayah untuk kebutuhan pemeliharaan jaringan dan peningkatan keandalan sistem kelistrikan.

Pemadaman pada waktu itu berlangsung di wilayah pelayanan ULP Ambon Kota dan ULP Baguala, dengan jadwal pekerjaan yang terbagi di beberapa titik. Untuk wilayah ULP Ambon Kota, penghentian pasokan listrik berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 17.00 WIT terkait pekerjaan uprating trafo distribusi.

Sejumlah kawasan sekitar kampus UIN Ambon, Kahena, Warasia, Wara, Kembang Buton, Air Kuning, hingga Lorong Sumatera masuk dalam daftar wilayah terdampak pada pekerjaan tersebut.

Pola pemeliharaan berkala seperti ini lazim dilakukan perusahaan listrik untuk menjaga komponen jaringan tetap prima. Bagi pelanggan, perbedaannya terletak pada cakupan wilayah dan durasi yang disebutkan dalam setiap pengumuman resmi.

Yang Perlu Disiapkan Warga

Imbauan PLN sejauh ini menekankan dua hal: menyesuaikan aktivitas dan mempersiapkan kebutuhan yang bergantung pada pasokan listrik sebelum jadwal pemadaman dimulai. Persiapan sederhana dapat mengurangi kerugian akibat penghentian aliran selama beberapa jam.

Beberapa langkah yang umum dilakukan warga antara mengisi daya perangkat telepon genggam, menyiapkan lampu cadangan, memastikan tabung gas dan air bersih mencukupi, serta menunda penggunaan peralatan berdaya besar seperti setrika, pompa air, dan kompor listrik.

Bagi rumah tangga dengan anggota yang menggunakan alat medis bergantung listrik, pemeliharaan ini perlu diantisipasi lebih awal, termasuk dengan menyiapkan sumber daya cadangan atau memastikan perangkat dapat berfungsi pada jam-jam tanpa listrik.

Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di kawasan yang disebut dalam daftar terdampak juga perlu menyesuaikan jadwal produksi dan penyimpanan barang. Usaha yang bergantung pada pendingin, seperti rumah makan dan toko kelontong, perlu memperhitungkan waktu penyimpanan bahan yang sensitif terhadap suhu.

PLN mengingatkan bahwa jadwal dapat berubah sewaktu-waktu menyesuaikan kondisi teknis pelaksanaan di lapangan. Warga karena itu diminta memantau informasi terbaru melalui kanal resmi perusahaan dan tidak sepenuhnya bergantung pada pesan berantai yang beredar di grup percakapan.

Pelanggan yang mengalami gangguan pasokan setelah pekerjaan dinyatakan selesai dapat melaporkannya ke contact center 123 agar dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas di lapangan.

Pemadaman Bergilir, Bagaimana Membacanya

Pemadaman bergilir berarti tidak seluruh wilayah kehilangan listrik pada saat bersamaan. PLN membagi wilayah terdampak ke dalam beberapa kelompok dan mengalirkan penghentian pasokan secara bergantian, sehingga sebagian kawasan kembali menyala ketika kelompok lain sedang dalam pemeriksaan.

Durasi pemadaman di setiap kelompok dapat berbeda, bergantung pada urutan pekerjaan pada jalur Bay Line. Karena itu, sebagian warga bisa mengalami penghentian lebih awal pada pagi hari, sementara kelompok wilayah lain mungkin baru terkena dampak pada sore hari.

Layanan yang Bergantung pada Listrik

Penghentian pasokan listrik selama berjam-jam berdampak pada sejumlah layanan yang selama ini bekerja otomatis. Instalasi air di sebagian kawasan memerlukan pompa bertenaga listrik untuk mengalirkan air ke rumah-rumah, sehingga persiapan air bersih sebelum pemadaman perlu diperhatikan.

Rumah tangga dengan lemari pendingin juga perlu memperhitungkan waktu penyimpanan bahan makanan. Pintu lemari tidak perlu dibuka terlalu sering selama listrik padam agar suhu di dalamnya dapat bertahan lebih lama.

Bagi pelaku usaha, termasuk usaha mikro yang menggunakan peralatan kasir digital atau sambungan internet bergantung listrik, pemadaman dapat mengganggu proses transaksi. Dalam kondisi seperti ini, persiapan pembayaran tunai dan penyimpanan data secara berkala dapat membantu mengurangi gangguan.

Layanan kesehatan pada umumnya memiliki pasokan cadangan, namun masyarakat tetap perlu memastikan bahwa peralatan medis di rumah dapat berfungsi atau tersedia sumber daya alternatif selama pemadaman berlangsung.

Mengikuti Informasi Resmi

PLN mengimbau pelanggan memantau kanal resmi PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara untuk mendapatkan informasi terbaru seputar jadwal dan wilayah terdampak. Contact center 123 juga tersedia untuk pertanyaan dan laporan gangguan.

Laporan gangguan yang masuk setelah pekerjaan dinyatakan selesai dapat membantu petugas mengetahui titik yang belum kembali normal. Pelaporan yang jelas mencakup nomor pelanggan, lokasi, dan waktu gangguan akan mempercepat penanganan di lapangan.

Latar Pemeliharaan Jaringan

Pemeliharaan berkala merupakan bagian dari pemeliharaan sistem kelistrikan yang dilakukan secara terjadwal. Komponen transmisi yang menghubungkan pembangkit dengan jaringan utama bekerja terus-menerus dan perlu diperiksa agar gangguan dapat dicegah.

Kota Ambon dengan geografi berbukit dan berpesisir memiliki tantangan tersendiri dalam pemeliharaan jaringan. Jalur transmisi yang melintasi kawasan terbuka perlu diperiksa secara berkala agar komponennya tetap bekerja sesuai standar.

Pemeliharaan jalur Bay Line di GI Waai pada kesempatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga pasokan listrik tetap andal untuk kawasan yang bergantung pada pembangkit di sekitar Desa Waai.

Catatan Redaksi

Berita ini dihimpun dari pengumuman resmi PLN yang disampaikan pada Jumat, 16 Oktober 2026, serta laporan sejumlah media lokal di Ambon yang mengutip pernyataan perusahaan. Jadwal yang disebutkan dalam artikel merupakan rencana yang diumumkan PLN, sementara durasi aktual pemadaman dan waktu pengembalian pasokan listrik ke normal bergantung pada perkembangan pekerjaan di lapangan.

Pembaca dapat memverifikasi informasi terbaru melalui kanal resmi PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara maupun contact center 123.

Pemeliharaan jalur transmisi di GI Waai berkaitan langsung dengan keandalan pasokan listrik Kota Ambon, mengingat sebagian besar kebutuhan listrik kawasan ini ditopang pembangkit di sekitar Desa Waai. Perawatan berkala diharapkan menekan risiko gangguan yang lebih besar di masa depan, sekaligus menjaga layanan dasar bagi warga Ambon dan sekitarnya.