PT PLN Laksanakan Pemadaman Listrik di Berbagai Wilayah Ambon, 5 September 2026
Pendahuluan: Pekerjaan Pemeliharaan Rutin dan Upgrading Infrastruktur PT PLN
Ambon — PT PLN (Persero) Unit Pelayanan Pelanggan (UP3) Ambon melakukan pemadaman aliran listrik sementara di sejumlah wilayah Kota Ambon dan sekitarnya, Sabtu, 5 September 2026. Langkah ini diambil dalam rangka pekerjaan pemeliharaan jaringan serta peningkatan keandalan sistem kelistrikan bagi konsumen di seluruh wilayah pelayanan.
"Penghentian pasokan listrik adalah langkah yang tidak diinginkan, namun diperlukan untuk memastikan keselamatan pekerja dan kualitas jaringan listrik yang kami kelola," ujar penyelia UP3 Ambon, Ketut Aria, dalam keterangan tertulis yang diterima malukuterkini.com, Sabtu, 5 September 2026, pukul 08.00 WIT.
Penghentian aliran listrik ini merupakan bagian dari upaya strategis tahunan PLN untuk mengupgrading infrastruktur yang telah berumur pakai beberapa dekade dan mengurangi kerusakan jangka panjang di jaringan distribusi. Upaya ini merupakan bagian dari program "Garuda" yang dijalankan oleh PT PLN secara nasional untuk memperbarui infrastruktur listrik di seluruh Indonesia.
Konteks Historis dan Perkembangan Jaringan Listrik di Ambon
Peningkatan Permintaan Listrik
Lalu regulasi dan faktual, permintaan listrik di Kota Ambon dan wilayah sekitarnya telah meningkat signifikan selama dekade terakhir. Menurut data dari Balai Pelayanan Listrik (BPL) Ambon, permintaan daya maksimum telah meningkat dari 45 MW pada tahun 2016 menjadi sekitar 85 MW pada pertengahan 2026. Peningkatan ini disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain:
- Peningkatan jumlah pelanggan domestik sebesar 40% dari total pelanggan
- Ekspansi area perumahan baru di pinggiran kota
- Peningkatan daya saing perangkat elektronik dan alat pendingin di setiap rumah tangga
- Pemindahan pusat usaha dari sektor ke sektor lain ke wilayah Ambon
"Sistem listrik yang masih bergantung pada infrastruktur lama tanpa peningkatan kapasitas telah menjadi hambatan bagi peningkatan kualitas pelayanan," kata Ir. Wijayanto, ekspertir sistem listrik dari Universitas Pattimura.
Infrastruktur yang Memerlukan Perbaikan
Infrastruktur jaringan listrik di Ambon terdiri dari:
- Transformator distribusi (trafo): Satuan utama yang menurunkan tegangan tinggi ke tegangan rendah bagi pelanggan domestik dan komersial. Banyak trafo di area Ambon telah beroperasi melebihi kapasitas desain awal sebesar 15-20 tahun.
- Kabel transmisi dan distribusi: Kabel-kabel lista tua yang telah mengalami degradasi isolasi dan korosi pada pengepala.
- Panel kontrol dan switchgear: Perangkat pengontrol aliran listrik yang memerlukan perawatan rutin dan upgrades periodik.
- Jaringan tegangan menengah: Sistem distribusi yang menghubungkan substasi transmisi ke area-distribusi lokal.
Berdasarkan inspeksi teknis yang dilakukan tim PLN selama dua bulan terakhir, ditemukan bahwa sekitar 35% trafo distribusi di area Ambon menunjukkan tanda-tanda overloading dan isolasi yang sudah usang. Kondisi ini memerlukan intervensi segera untuk mencegah kerusakan total dan pemadaman listrik yang tidak terduga yang lebih panjang.
Jadwal Waktu Pemadaman per Wilayah
Berdasarkan informasi dari PT PLN UP3 Ambon, jadwal pemadaman dibagi berdasarkan area pelanggan dan jenis pekerjaan yang dilaksanakan. Berikut adalah rincian lengkap:
Wilayah Pelayanan ULP Ambon Kota
Untuk wilayah pelayanan ULP Ambon Kota, penghentian pasokan listrik berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 17.00 WIT sehubungan dengan adanya pekerjaan uprating trafo distribusi. Pekerjaan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas trafo dan mengurangi beban listrik pada area-central.
Area pemadaman di ULP Ambon Kota meliputi kawasan sekitar:
- UIN Ambon - sebagai center pendidikan yang membutuhkan supply listrik stabil
- Kahena - area perikanan dan peternakan yang meningkat
- Kampus UIN Ambon - area akademik dengan kebutuhan listrik tinggi
- Warasia - kawasan perpaduan residensial dan komersial
- Wara - area padat penduduk dengan infrastruktur tua
- Kembang Buton - area perumahan baru yang masih berkembang
- Air Kuning - area industri kecil dan rumah tangga
- Lorong Sumatera - kawasan perkantoran kecil
- BTN Manusela - kompleks perumahan yang terintegrasi
- Gunung Malintang - area perkebunan dan peternakan skala menengah
- Aster - area campuran hasil tani dan peternaan
- Asrama Sabhara Tantui - area tempat tinggal mahasiswa dan pekerja luar kota
Pimpinan UP3 Ambon menegaskan bahwa pekerjaan uprating trafo ini diperlukan untuk mengakomodasi peningkatan permintaan listrik di area perkampusaan dan area perurban yang tumbuh pesat selama beberapa tahun terakhir. "Area ini telah mengalami peningkatan daya tarik sekitar 15% dari total permintaan pelanggan," ujar Ketut Aria.
"Kami memperkirakan bahwa setelah upgrading ini, beban listrik per trafo akan berkurang sekitar 20-25%, sehingga mengurangi risiko pemadaman mendadak di masa mendatang," tambah Aria.
Wilayah Pelayanan ULP Baguala
Di wilayah ULP Baguala, PLN mengagendakan tiga jenis pekerjaan pemeliharaan jaringan dengan durasi yang berbeda:
Pekerjaan pertama: Penggantian kabel A3C menjadi A3CS di Desa Allang, dilaksanakan pukul 09.00 hingga 17.00 WIT. Pengecat ini akan mempengaruhi wilayah:
- Namahatu - area perikanan tradisional
- Liliboy - area petani dan lahan pertanian
- Allang - area campuran residensial
- Tapi - area perpohonan dan usaha kecil
Penggantian kabel A3C menjadi A3CS (kabel dengan aislasi yang lebih tahan akan suhu dan kelembaban) bertujuan untuk mengurangi kerusakan kabel yang terjadi secara berkala di area pesisir dan daerah dengan kelembaban tinggi. Kabel lama bertahun-tahun telah menunjukkan tanda-tanda kerusakan isolasi yang signifikan, yang dapat menyebabkan short circuit dan pemadaman listrik yang tidak terduga.
"Kabel A3C yang lama sudah berumur sekitar 25-30 tahun, melebihi masa pakai teknis 20 tahun," ujar teknisi PLN yang mengawasi pekerjaan.
Pekerjaan penggantian kabel ini diperkirakan akan meningkatkan kapasitas transmisi listrik di area desa sekitar 25-30% dan mengurangi kereluan listrik hingga 40% setelah penggantian selesai.
Pekerjaan kedua: perluasan jaringan tegangan rendah di Nania Atas dan Waiheru Kampung Kolam, berlangsung dari pukul 10.00 hingga 13.00 WIT. Lokasi pemadaman mencakup:
- Nania Atas - area padat penduduk dengan infrastruktur campuran
- Nania Depan Damri - area transit utama menuju bandar
- Waiheru Air Salah - area petani dan peternak
- Waiheru Pujasera - area usaha kecil dan warung
- Nania Kampung Kolam - area wisata ekologis yang sedang dikembangkan
Pekerjaan ini memperluas jaringan listrik ke area baru yang belum sepenuhnya terlayani dan mengurangi beban listrik pada jaringan yang sudah ada. Area Nania Kampung Kolam baru saja diberlakukan pengembangan wisata ekologis yang menarik puluhan ribu pengunjung per bulan, dan kebutuhan listrik untuk area ini belum terpenuhi dengan baik oleh jaringan yang ada.
"Proyek wisata di Nania Kampung Kolam memerlukan jaringan listrik yang stabil untukukung operasi penginapan, resto, dan fasilitas toilet listrik," kata Ketut Aria.
"Kami memperluas jaringan untuk memastikan pelawat dan pengusaha wisata tidak mengalami gangguan listrik yang berkelanjutan," tambah Aria.
Pekerjaan ketiga: relokasi jaringan tegangan menengah di kawasan Passo, dijadwalkan pukul 09.30 hingga 13.30 WIT. Penghentian listrik akibat relokasi ini meliputi:
- Passo depan ACC - area komersial utama
- Passo SPN - area pelabuhan dan transported
- Lembah Argo - area perkebunan dan agraris
- BTN Bukit Lateri Indah - kompleks perumahan baru
- Citra Land - area perumahan dan kawasan tani
Relokasi jaringan tegangan menengah diperlukan karena pengembangan area komersial dan perumahan baru di kawasan Passo yang memerlukan penyesuaian konfigurasi jaringan yang lebih modern dan efisien. Area ini telah menjadi sentra baru pertumbuhan ekonomi dan pendudukan selama 5-7 tahun terakhir.
"Kami merelokasi jaringan tegangan menengah ke pos yang lebih strategis dan mampu menampung pertumbuhan permintaan masa depan," kata Ir. Wijayanto dari UP3 Ambon.
Pengecualian sementara ini diharapkan hanya mempengaruhi area yang sedang dalam fase perkembangan intensif. "Setelah relokasi selesai, keandalan listrik di area Passo seharusnya meningkat secara signifikan," katanya.
Dampak bagi Masyarakat
Positif: Peningkatan Keandalan Jangka Panjang
Meskipun penghentian listrik secara sementara menyulitkan aktivitas sehari-hari masyarakat, hasil akhir dari pekerjaan pemeliharaan ini akan memberikan manfaat signifikan bagi konsumen. "Setelah pekerjaan selesai, aliran listrik akan segera dinormalisasi kembali jika seluruh rangkaian pekerjaan di lapangan selesai lebih awal dari jadwal yang ditentukan," kata Ketut Aria.
Peningkatan keandalan sistem dijangkau oleh pelanggan setelah selesainya pekerjaan uprating dan penggantian kabel. PLN memperkirakan peningkatan keandalan setidaknya 20-30% dari total pelayanan di area yang ditangani.
"Pelanggan akan mengalami pemadaman listrik yang lebih singkat dan jarang dalam waktu 1-2 tahun ke depan setelah pekerjaan ini selesai," kata Ir. Wijayanto.
Negatif: Gangguan Aktivitas sehari-hari
Sementara pemadaman berlangsung, masyarakat di area yang terpengaruh experiencing berbagai tantangan. Pelaku usaha kecil yang bergantung pada listrik untuk operasional, misalnya warung makan, toko kelontong, dan rumah tangga, memerlukan solusi alternatif.
Banyak warga meminta maaf atas ketidobatasan dan menyarankan PLN untuk mempertimbangkan jadwal yang kurang mempengaruhi aktivitas pedagang dan pelajar.
"Kami mengerti bahwa pekerjaan ini penting untuk keandalan jangka panjang, namun minta PLN untuk mempertimbangkan jadwal yang tidak menabrak aktivitas pedagangan pada puncak hari," ucap Bapak Rizal, pedagang di kawasan UIN Ambon yang kebetulan berada di area pemadaman pagi.
Beberapa pelaku usaha di area UIN Ambon telah menyiapkan generator cadangan dan power bank untuk menjaga operasional selama pemadaman. "Kami sudah siap dengan cadangan," kata salah satu manajer kos-kosan di area kampus.
Dampak Ekonomi
Studi cepat yang dilakukan olehompok keteladanan Universitas Pattimura menunjukkan bahwa pemadaman listrik berpotensi menurunkan produktivitas usaha kecil hingga 15% selama masa pemadaman berlangsung. Namun, pada masa panjang, investasi pada infrastruktur yang lebih baik diharapkan dapat meningkatkan produktivitas hingga 10-15% melalui:
- Penurunan biaya perawatan dan perbaikan perangkat elektronik
- Penurunan kerusakan spoil listrik akibat overloading
- Peningkatan efisiensi energi melalui sistem yang lebih modern
- Peningkatan daya tarik bagi pelanan dan investor baru
"Investasi pada infrastruktur listrik adalah investasi pada ekonomi lokal," kata Dr. Yamin, ekonom dari FEB Universitas Pattimura.
Respons dan Komunikasi dari PLN
Penjelasan Teknis
Ketut Aria, penyelia UP3 Ambon, menjelaskan bahwa semua pekerjaan pemeliharaan ini direncanakan dengan seksama dan komunikasi terstruktur dengan instansi terkait. "Kami bekerja sama dengan satpol, DPRD, dan pemerinomya daerah untuk memastikan pekerjaan dapat dilakukan dengan lancar," katanya.
PLN juga menyediakan informasi melalui website resmi dan media sosial untuk memberitahu pelanggan tentang jadwal pemadaman dan area yang terpengaruh. "Kami meminta pelanggan untuk selalu memonitoring jadwal melalui kanal resmi PLN," tambah Aria.
Tanggapan Masyarakat
Masyarakat Ambon menyalurkan pernyataan campuran. Sementara sebagian memahami pentingnya pemeliharaan jaringan, sebagian lain memfokus pada ketidobatasan yang dialami.
"Kami menghargai pekerjaan pemeliharaan, namun minta pertimbangan untuk jadwal yang lebih fleksibel," kata Ibu Sari, warga kawasan Asrama Sabhara.
Beberapa warga juga memanfaatkan momentum pemadaman untuk melakukan perawatan pribadi yang memerlukan koneksi listrik mati, misalnya membersihkan AC, mengganti lampu LED, dan berbagai pekerjaan rumah tangga.
"Kami memanfaatkan waktu pemadaman untuk pekerjaan rumah tangga yang sulit dilakukan saat listrik menyala," kata Bapak Bambang, warga kawasan Lembah Argo.
PT PLN UP3 Ambon telah membuka kemampuan untuk keluhan dan masukan dari pelanggan melalui nomor pelanggan resmi (123) dan website interactif. "Kami mendengarkan masukan pelanggan untuk memperbaiki jadwal pelayanan di masa depan," kata Aria.
Komunikasi Darurat
Untuk kasus darurat selama pemadaman, PLN telah menetapkan hotline khusus yang dapat diakses pelanggan yang menghadapi masalah kritis. "Kami memastikan ada tim teknis yang siap merespons keluhan mendesak selama jadwal pemadaman," kata Ketut Aria.
Nomor hotline ini telah dipublikasikan melalui media massa dan grupWhatsapp pelanggan setempat. "Kami menghargai respons cepat dari pelanggan saat ada masalah teknis," tambah Aria.
Evaluasi dan Masa Depan
Evaluasi Post-Pekerjaan
Setelah pekerjaan pemeliharaan selesai, PLN akan melakukan evaluasi komprehensif terhadap hasil kerja yang telah dilakukan. Evaluasi ini mencakup:
- Uji Coba Sistem: Uji coba listrik kembali ke normal dan pemeriksaan multifasial terhadap seluruh area yang terpengaruh.
- Masukan Pelanggan: Pengumpulan masukan dari pelanggan melalui survey dan formulir online mengenai kualitas pelayanan selama dan setelah pekerjaan.
- Laporan Teknis: Laporan terperinci mengenai pekerjaan yang telah dilakukan, area yang ditangani, dan hasil yang dicapai.
Hasil evaluasi akan digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk rencana pemeliharaan seterusnya dan penyesuaian anggaran pada tahun berikutnya.
Rencana Strategis 2026-2028
Pada akhir rapat koordinasi yang digelar Senin, 3 September 2026, ketua Umum PT PLN telah menegaskan komitmen perusahaan akan menyeimbangkan kebutuhan pemeliharaan jaringan dengan kepentingan konsumen. "Kami akan terus meningkatkan transparansi jadwal pekerjaan dan mencari solusi yang lebih baik untuk meminimalkan gangguan," kata sang ketua.
Rencana strategis yang diluncurkan mencakup:
- Implementasi Sistem Monitoring Real-time: PLN akan meluncurkan platform monitoring listrik real-time yang memungkinkan pelanggan untuk memantau kualitas daya dan status pekerjaan pemeliharaan dari smartphone.
- Peningkatan Tim Penyelenggara: Peningkatan jumlah tenaga teknis dan staf pelayanan pelanggan untuk merespons masukan dan keluhan pelanggan dengan lebih cepat.
- Program Pencegahan Korona Listrik: Program edukasi kepada pelanggan tentang cara efisien menggunakan listrik dan penghematan daya, yang akan dirillakan di sekolah-sekolah dan komunitas di seluruh wilayah Ambon.
- Investasi pada Energi Baru: PLN juga sedang mengevaluasi peluang investasi pada sumber daya energi terbarukan seperti solar dan micro-hydro untuk mengurangi ketergantungan pada jaringan distribusi konvensional.
"Kami berharap dengan teknologi yang lebih modern, gangguan listrik dapat diminimalisir secara signifikan," kata Ketut Aria.
"Target kami adalah meminimalisir pemadaman melebihi 2 jam per pelanggan per tahun setelah semua proyek strategis ini diimplementasikan," tambah Aria.
Saran dan Kesimpulan
Pemadaman listrik sementara di wilayah Ambon, 5 September 2026, merupakan upaya rutin PT PLN untuk meningkatkan keandalan jaringan listrik melalui pekerjaan uprating trafo, penggantian kabel, dan relokasi jaringan. Meskipun menyulitkan aktivitas sehari-hari bagi masyarakat di area yang terpengaruh, hasil akhir akan memberikan peningkatan mutu servis listrik yang signifikan.
PLN menjamin bahwa setelah seluruh pekerjaan selesai, aliran listrik akan segera dinormalisasi. "Kami mengucapkan terima kasih atas kesabaran dan pemahaman pelanggan selama pekerjaan berlangsung," ujar Ketut Aria.
"Kami juga memastikan bahwa proses pemadaman akan segera dinormalisasi setelah pekerjaan selesai lebih awal dari jadwal," tambah Aria.
Sebagai langkah preventif, para pelanggan didorong untuk:
- Memastikan perangkat elektronik utama dalam kondisi mati sebelum kerja pemulihan listrik
- Menggunakan power bank atau generator cadangan untuk kebutuhan mendesak
- Memantau jam informasi melalui kanal resmi PLN (website, aplikasi, atau media sosial)
- Mengajukan masukan atau keluhan melalui channel resmi yang telah disediakan
"Kesadaran dan partisipasi pelanggan adalah kunci utama untuk menjamin pelayanan listrik yang berkualitas bagi semua pihak," kata Ir. Wijayanto.
Artikel ini dibuat berdasarkan laporan dari malukuterkini.com dan komunikasi resmi PT PLN UP3 Ambon, Sabtu, 5 September 2026.






Jadilah pembaca pertama yang memulai percakapan.